Sembunyi

Jalan senja

saat tawa itu usai dan keringat pun mengering
jeda yang ada entah mengapa serupa jarum
menisik epidermis menetaskan tetes merah

aku ingin pergi, tiba-tiba.
meninggalkan kita yang tadi tertawa riang. dan kau,
yang seperti biasa memujaku serupa penggemar.

mendadak kumerindui bau tanah dan daun-daun jarum yang rebah
serta gelap tanpa cahaya apa-apa.
hanya aku dan tangis yang entah,

di sini aku sembunyi, darimu
agar tak pernah kau tahu ada tangis yang akupun tak pahami.

4 thoughts on “Sembunyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s