Bayi dalam kulkas, Joko Pinurbo

Ingin mengutip sebuah puisi dari penyair favorit saya:

“Bayi, nyenyakkah tidurmu?”
“Nyenyak sekali Ibu. Aku terbang ke langit
ke bintang-bintang ke cakrawala ke detik
penciptaan bersama angin dan awan
dan hujan dan kenangan.”
“Aku ikut. Jemputlah aku Bayi. Aku ingin
terbang dan melayang bersamamu.”

26 thoughts on “Bayi dalam kulkas, Joko Pinurbo

  1. teringat istilah tidurku selelalap bayi, tapi yg pnya bayi udah enggak bisa tidur kaya gitu, malah para orang tua rela berlelah” agar anaknya bisa tidur pules… moga kelak ade bayinya bisa sllu sukses dalam semua kesibukannya. ^_^

  2. hello is my first time to visiting here, wow your blog so nice and beautiful, with that greats articles. i hope in this time we can make a friendship to see all the time if a new post articles.

    can we link xchange with my site?

  3. hehe,,,, Bayinya hebat.. udah bisa jawab… pertanyaan ibunya…

    “Nyenyak sekali Ibu. Aku terbang ke langit
    ke bintang-bintang ke cakrawala ke detik
    penciptaan bersama angin dan awan
    dan hujan dan kenangan.”
    😆 :peace:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s