Hei Kamu…(sahabatku)

noted

Hei kamu,
yang dulu pernah bersedia mendengar kisahku tentang masa muda
kuning, berdenting, nyaring
dan mempesona.

kisah tentang dia yang mengisi hariku dengan pesan-pesan ambigu
pun lucu.

Hei kamu,
yang telah sekian mil jaraknya dariku kini. Sibukkah kamu hari ini ?
masihkah ada tersisa telinga dan hati tuk dengar kisahku
kini yang melulu tentang rutinitas
dan Jakarta yang membosankan,
yang melenakanku dari
leluasa merasa bahagia dan tertawa.

Hei kamu,
masih saja kuingat pesanmu saat itu, tentang bagaimana menjadi
bahagia dan bermakna.

5 thoughts on “Hei Kamu…(sahabatku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s