Jejak Ambigu

maka aku ingin (lagi) berkata; pergi saja kamu, jangan lagi jadi hantu.
Kaki kaki kita elah jauh melampaui cerita dulu. tentang kata yang ingin kaukatakan. tentang nyata yang ingin kunafikkan. tentang kepura-puraan yang kita lakoni.

sesungguhnya aku merasa itu, lebih mengakar dari yang bisa kubayangkan. sekuat apapun kusangkal itu, sekuat itu pula merasukiku. menyusup di lorong lorong jiwa. mencipta mimpi mimpi aneh.
indah kadang,
kalut kadang,
ambigu selalu.

selalu ambigu. seperti yang kita mau, seperti yang kita sengaja rancang. keambiguan membuat kita tak kemana-mana. disini saja. menikmati rasa yang kaya, yang tidak terpetakan di suatu definisi apa apa. selain ambigu itu sendiri.

dan kamu, menjejakkan ambigu itu dalam mimpiku kini.
Sedang nyatamu telah rapi diselipkan waktu di suatu tempat. Entah dimana, kutak ingin mencari tau.

8 thoughts on “Jejak Ambigu

  1. Jejaknya memang tak terlihat. Jejaknya telah hilang dibawa ombak yang terus saja menderu untuk mengusir kesepianmu. Tapi kuyakin hatimu bisa merasakannya. Mungkin itu menimbulkan tanya. Ya ia tak datang dengan sayap yang putih seperti yang kau kira. Dan hanya hatimu yang bisa menjawab semua misteri tentang dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s