Alienasi

di rimba kata kutersesat memakna hakikat. otakku tlah tuli dari bisik kamus tua berbadan kusam menguning. padanya kubertanya tentang aku. padaku dia bertanya tentang dia. tak lagi kumengenal diri. tak lagi kumengenal dia.

segala terasa asing.

di bilik ambigu ku rawat pusing selayak anak kandung. pusingku merintih manja mengharap aspirin. entah dimana pernah kujumpa aspirin. sepertinya di kehidupan yang sangat lampau. dahulu. dahulu sekali.

segala terasa asing.

waktu telah menyekapku di sarang terkunci. kamus tua pernah menjanjikanku kebebasan. janji kosong semata, kukira. sebab dia tak pernah bisa menemukan kunci pembebasanku. kemerdekaanku hanya ilusi. seperti janji kompeni pada pribumi.

segala terasa asing.

tak ada sesiapa yang kukenali. wajah wajah hanya berkelebat dalam ingatan yang merindu aspirin. mereka tak pernah benar-benar ada. lantas, kata kata mendadak membludak seperti pasukan Gajahmada. mengepung, mengancam.

segala terasa asing.

kuterlempar dari rumahku berdiam. dari raga yang kuakrabi. hakikat menjelma kemudian. berwajah putih dan bersinar. digenggamnya kunci yang kuingin. jemariku berkomplot menggapai kunci itu. namun hanya udara kosong yang teraih.

segala terasa asing.